KERANGKA PEMIKIRAN PENELITIAN
Apabila pasokan bahan baku sebuah pabrik crumb rubber berlangsung kontinu dan lancar maka operasional pabrik akan berlangsung lancar sehingga realisasi pencapaian kapasitas efektifnya tinggi atau dengan kata lain pabrik tersebut dapat mencapai tingkat efisiensi operasi yang tinggi. Realisasi kapasitas olah efektif pada tingkat “full capacity” akan menekan biaya pengolahan sehingga dicapai operasi dengan biaya rendah. Biaya operasi yang rendah dapat menjadi cost leader dan merupakan faktor daya saing yang meningkatkan kemampuan perusahaan dalam pembelian bahan baku (inbound logistic) dengan harga yang lebih tinggi agar kepuasan pemasok terpenuhi dan tingkat persediaan bahan baku berada dalam posisi yang optimal bagi perusahaan.
Hubungan baik dengan para pemasok bokar, pelayanan oleh pabrik yang memuaskan, rasa saling percaya yang mendalam antara pemasok dengan manajemen perusahaan dan tingkat harga pembelian bokar oleh pabrik yang bersaing merupakan faktor-faktor kunci dalam memperoleh loyalitas pemasok sebagai jaminan kontinuitas ketersediaan bahan baku. Tingkat persediaan bahan baku yang optimal akan menjamin kelangsungan operasi perusahaan dalam jangka waktu tertentu dan meningkatkan posisi tawar menawar perusahaan terhadap pemasok sehingga perusahaan berpeluang mendapatkan harga pembelian bahan baku yang lebih rendah. Sebaliknya, tingkat persediaan bahan baku yang minimal tidak menjamin kelangsungan operasi perusahaan dalam jangka waktu tertentu dan menurunkan posisi tawar menawar perusahaan terhadap pemasok sehingga perusahaan berpeluang mendapatkan harga pembelian bahan baku yang lebih tinggi demi menyelamatkan kelangsungan operasi dan pemenuhan kapasitas olah pabrik. Kondisi tersebut merupakan competitive advantage pabrik crumb rubber yang apabila digambarkan dalam bentuk mata rantai nilai adalah sebagaimana gambar 2 berikut.
Gambar 2. Mata Rantai Nilai Pabrik Pengolahan Karet
Untuk melakukan analisis rantai nilai tersebut di atas diperlukan kerangka analisis rantai nilai sebagaimana gambar 3 berikut.
Gambar 3. Model Analisis Rantai Nilai
Sumber : Hitt, Michael A, R. Duane Ireland dan Robert E. Hoskisson, 2000 : Strategic Management and Strategic Competitiveness, South-Western College Publishing
Competitive advantage pabrik crumb rubber merupakan hasil dari competitive strategy yang diimplementasikan secara efektif sehingga dalam jangka panjang hal tersebut menghasilkan sustainable competitive advantage. Kondisi ini diilustrasikan dalam gambar 4 berikut.
Gambar 4. Hubungan antara Competitive Strategy dengan Competitive Advantage
Tercapainya pemenuhan kapasitas olah efektif (full capacity) dalam operasi pabrik crumb rubber ditentukan oleh faktor (1) inbound logistic yaitu pasokan bokar dan (2) kinerja operasi mesin pabrik yang merupakan aktivitas primer serta dukungan kinerja sumber daya manusia yang memiliki kompetensi yang dipersyaratkan. Secara model kondisi tersebut tergambar sebagaimana gambar 5 berikut.
Gambar 5. Model Penelitian Competitive Advantage Pabrik Crumb RubberAnalisis aktivitas primer menurut Hitt, Michael A, et all (2000) meliputi analisis pada aspek logistik dalam, operasi, logistik luar, penjualan dan pemasaran serta pelayanan. Bidang logistik dalam (INBOUND LOGISTIC) meliputi : 1. Sistem dan prosedur yang menghasilkan produk murah dalam membeli bahan baku; 2. Sistem yang sangat efisien untuk menghubungkan produk suplier dengan proses produksi perusahaan; 3. Ditempatkan dekat dengan suplier. Bidang operasi meliputi : 1. Skala pabrik yang efisien untuk meminimisir biaya pabrik; 2. Waktu pembelian assets; 3. Kebijakan pemilihan teknologi pabrik dan; 4. Ada pembelajaran. Bidang logistik luar (OUTBOND LOGISTIC) meliputi : 1. Jadwal distribusi yang menghemat biaya; 2. Pemilihan sarana transportasi dengan biaya rendah; 3. Besaran pesanan yang efisien dan 4. Saling hubungan dengan unit sekitarnya. Bidang penjualan dan pemasaran (SALES AND MARKETING) meliputi : 1. Tenaga penjual yang sedikit dan trampil; 2. Harga produk untuk meningkatkan volume penjualan; dan 3. Periklanan skope nasional. Sedangkan bidang pelayanan (SERVICE) meliputi pemasangan produk efektif untuk mengurangi frekwensi dan intensitas pemanggilan ulang.





No comments:
Post a Comment